Semasa SD akrab dengan panggilan Andri, namun berubah menjadi Rahmat ketika SMP dan akhirnya berganti Hussein ketika SMK. Bagaimana jadinya bila puzzle tersebut disatukan? Rahmat Hussein Andriansyah. Itulah merk utuh yang disematkan orang tua sejak 26 Oktober 1985. Bagaimana dengan sekarang? Whatever you want, asal tetap di antara tiga kepingan merk tersebut.

Tumbuh dengan minat kepada informasi dan pengetahuan, khususnya yang beraroma sosial-politik-agama, tetap membuatnya akrab dengan sastra dan teknologi informasi. Tentu saja dengan lubang wawasan di sana-sini. Namun bukankah semakin banyak ketidak tahuan menjadikan semakin menantang? Dalam perkembangannya, mulai bersentuhan, berjabat tangan lalu bergumul dan merasakan kenikmatan terhadap dunia manajemen sosial. Bertukar pikiran, membangun cita-cita dan impian, memperluas ikatan persaudaraan, menggerakkan dan mengarahkan, serta memberikan suri tauladan. Itulah hal-hal yang saat ini sangat diinginkan, sekaligus belajar sambil mengerjakan.

Dengan semangat terus belajar dan menunaikan amanah dari Sang Pencipta, mulailah ia menjalani hidupnya tidak dengan setengah-tengah. Berlarian dan berkejar-kejaran dengan segala tantangan zaman dan pergaulan sosial, memberikan pelajaran berarti untuk dalam setiap kondisi selalu dapat bertahan.

Impian-impiannya tinggi. Sangat tinggi malah. Membangun masyarakat, mengabdi pada umat dan mengubah wajah dunia sejagat. Orang-orang yang terikat darah dengannya menganggap ini sebagai ilusi berlevel tinggi. Mengapa mereka tidak pernah mengerti bahwa mimpi-mimpi suci jauh lebih tinggi dari sekedar tumpukan materi? Untungnya, tidak sedikit pula yang senantiasa menyuntikkan motivasi ideologi. Ya, andai tak ada the immortal fellowship di sekelilingnya, niscaya ia serupa daging teronggok di tempat sampah sejarah peradaban manusia. Dan bukankah itu adalah suatu mimpi buruk yang paling nyata?

Manusia tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, karena ia hidup di masa sekarang. Tapi manusia punya ilmu dan pengetahuan. Mereka juga diberikan bekal kemampuan. Jadi, masa depan tidak perlu untuk diramalkan, melainkan untuk diwujudkan. Apatah artinya meramalkan masa depan, tanpa membuatnya menjadi seindah yang diimpikan?

Malam ini, tepat delapan hari menuju dirgahayu dirinya. Dan ia tengah terperangkap dalam jebakan dunia yang serba tak pasti. Namun, tahukah kau, ia tetap bertahan. Dengan sesungging  impian dalam senyuman dan secercah harapan dari Hari Kemudian, ia percaya, SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA.

Tepat tengah malam di Area 81

One Response to “About Who?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s