Segitiga ini hancur berantakan
dan semuanya tinggal berupa 3 garis tak berbentuk dan tak tentu arah
garisku sendiri kucabut sudah
dan kini ku rupakan satu bangun persis seperti saat segalanya bermula
hanya berbekal satu garis
cukuplah dunia bisa teriris berlapis-lapis
tak perlulah mengikut lain-lain yang mengantri menggantung
karena pastilah dapat asa dijunjung
dan memanglah ini jalan yang tertera
terpahat mutlak sejak semula
tapi…
bukankah manusia hanya bisa menduga?
kini garisku kembali menjadi lingkaran lagi
satu bentuk independensi akan sebuah jati diri
dengan inilah ku kan mulai berlari
dan mungkin tak akan kembali lagi